TRENDING NOW

Portal berita akurat cepat dan terpercaya, Menyanyikan berita dari berbagai daerah di Indonesia, serta manca negara,

Portalbuana.com, Karawang - Musyawarah pembentukan pengurus Ikatan Wartawan Online ( IWO ) Kabupaten Karawang berjalan secara musyawarah mufakat ,Minggu(23/7) di Jatisari Karawang.

Berdirinya IWO Karawang untuk mengakomodir para wartawan online dalam perlindungan hukum dan organisasi pada saat menjalankan tugas di lapagan sebagai wartawan online.

Dalam musyawarah pembentukan kepengurusan IWO Karawang. Terpilih Ega Nugraha sebagai Ketua IWO Kabupaten Karawang.

"Kita sudah melaksanakan Intruksi dari pengurus IWO Pusat. Untuk segera terbentuk kepengurusan IWO Kabupaten Karawang," kata Ega Nugraha

Dia berharap setelah terbentuknya pengurus IWO Karawang. Perwakilan IWO Karawang dapat hadir di acara Musyawarah Besar se- Indonesia yang akan dilaksanakan di Jakarta,8-9 September 2017 yang akan datang.

"Yang akan mengadiri Mubes IWO se- Indonesia di Jakarta Bulan September yakni unsur Pengurus Harian IWO Karawang yang nantinya akan diberikan mandat dari Pengurus IWO Pusat," paparnya

Sementara itu Ketua PWRI Kabupaten Karawang. A.Muhammad Hasan atau yang dikenal dengan panggilan Kang Cobra mengucapkan selamat atas terbentuknya kepengurusan IWO Karawang.

"Lahirnya kepengusan IWO Karawang agar menjadi naungan organisasi bagi para pekerja wartawan online di Kota Pangkal Perjuangan Karawang. Kehadiran IWO Karawang,"singkatnya.

Portal berita akurat cepat dan terpercaya, Menyanyikan berita dari berbagai daerah di Indonesia, serta manca negara,
Portalbuana.com, (Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan M.P.A., M.B.A., meninjau langsung kesiapan Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri di Istana Merdeka, jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (23/7/2017).

Adapun 729 orang Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri yang mengikuti upacara geladi bersih berjumlah 437 Taruna Akademi TNI yang terdiri dari, Taruna Akademi Militer 224 orang (208 Taruna dan 16 Taruni), Taruna Akademi Angkatan Laut 94 orang (84 Taruna dan 10 Taruni), Taruna Akademi Angkatan Udara 117 orang (105 Taruna dan 12 Taruni) dan Taruna National Defence Academy (NDA) 2 orang. Sedangkan dari Taruna kepolisian berjumlah 292 orang, yang terdiri dari Taruna 243 orang dan Taruni 49 orang.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa suatu kehormatan dan kebanggaan yang tak terhingga para Capaja dilantik menjadi Perwira di Istana. “Hal ini menjadi tanggung jawab masing-masing perorangan, bagaimana sikap seorang prajurit dalam melaksanakan baris berbaris karena ini akan dilihat oleh saudaramu di seluruh tanah air,” katanya.

Sementara itu, menjawab pertanyaan awak media Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, merupakan suatu penghargaan yang sangat tinggi kepada Presiden Republik Indonesia karena kegiatan ini adalah inisiatif Presiden RI Ir. H. Joko Widodo untuk melantik para Perwira baik dari Akademi TNI maupun Akademi Kepolisian di Istana Merdeka.

“Ini suatu kebanggaan yang luar biasa dan awal yang sangat luar biasa agar ditanamkan kepada jiwa Capaja bahwa disini, dia dilantik sebagai Perwira agar berbuat, berjuang dan bertugas hanya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.


Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.
Portal berita akurat cepat dan terpercaya, Menyanyikan berita dari berbagai daerah di Indonesia, serta manca negara,
Portalbuana.com, (Puspen TNI. Sabtu, 22 Juli 2017).  TNI tidak hanya garda terdepan di dalam membela kedaulatan wilayah Indonesia tetapi juga benteng negara yang mengabdi pada tujuan nasional Indonesia dengan jelas dinyatakan dalam Konstitusi kita, untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dalam ideologi Negara Pancasila.

Hal tersebut disampaikan DR. (H.C) Hj. Megawati Soekarno Putri (Presiden RI ke-5) selaku Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden RI Pembinaan Ideologi Pancasila saat membErikan pembekalan kepada 437 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/7/2017).

Lebih lanjut Ibu Megawati menyampaikan bahwa, Tentara Nasional Indonesia sebagai alat negara harus benar-benar mengabdi pada tujuan bernegara dengan menunjukan profesionalisme. “Karena itulah  kita berjuang bersama mewujudkan TNI yang solid, tangguh, terlatih, profesional, modern dan memiliki postur yang efisien untuk mampu melakukan tugas-tugas negara, termasuk menjalankan misi perdamaian bagi persaudaraan bangsa-bangsa,” jelasnya.

Ibu Megawati Soekarno Putri mengatakan bahwa pemerintahan negara Republik Indonesia memiliki tanggung jawab melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia berdasarkan Pancasila. “Tugas ini memerlukan kekuatan pertahanan yang solid, dengan TNI sebagai tulang punggung utama,” ucapnya.

“Kita memimpikan kembali kejayaan kekuatan militer bangsa kita, dimana pada masa pemerintahan Presiden Sukarno, Indonesia dikenal sebagai negara paling kuat di belahan bumi bagian selatan. Sudah saatnya kita rancang kedaulatan dan keberdikarian angkatan perang Indonesia, agar disegani kembali di dunia internasional,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Megawati Soekarno Putri kembali mengingatkan bahwa Tentara harus menyatu dengan rakyat, karena Rakyat adalah sumber lahirnya Angkatan Bersenjata Indonesia. Beliau mengutip pernyataan Bung Karno ketika meresmikan terbentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) tanggal 23 Agustus 1945. “Angkatan perang Indonesia tidak bisa dipisahkan kedudukannya dari rakyat Indonesia. Sebab pada awalnya mereka adalah rakyat, kemudian rakyat Indonesia  menyatakan dirinya merdeka, dan mendirikan Negara Republik Indonesia. Selanjutnya, republik yang baru merdeka itu membentuk angkatan perangnya, guna menjamin keamanan dari segenap rakyat penduduknya, demikian amanat Bung Karno” katanya.

Semasa menjabat sebagai Presiden RI ke-5, Ibu Megawati Soekarno Putri sangat konsern dalam membangun kekuatan militer walaupun sebenarnya Negara dalam keadaan sulit, tidak hanya ekonomi tetapi ancaman multi dimensional.  Dalam situasi yang serba sulit tersebut, kesadaran untuk terus memperkuat Angkatan Bersenjata tetaplah menjadi skala prioritasnya, dengan menghadirkan Alutsista  berupa Sukhoi SU-27 dan SU-30; Helikopter MI-35; Kapal Tempur Korvet Sigma Class III dan IV; serta Retrofit Kapal Tempur Angkatan Laut.

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.
Portal berita akurat cepat dan terpercaya, Menyanyikan berita dari berbagai daerah di Indonesia, serta manca negara,
Portalbuana.com, (Puspen TNI). Sebanyak 163 Prajurit TNI Abituren Komando Angkatan 62 menggelar Reuni ke-25 (Perak) tahun 2017 di Markas Grup-2 Kopassus Kartasura, Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/7/2017).

Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni dalam amanatnya yang dibacakan oleh Wadan Grup-2 Kopassus Letkol Inf Aula Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa, acara reuni temu kangen merupakan wujud kebersamaan persaudaraan dan media untuk menjalin silaturahmi antara Alumni Komando 62, untuk melaksanakan pengabdian tugas di satuan masing-masing.

“Acara reuni ini selain dapat mempererat silaturahmi satuan antara sesama alumni juga dapat menjadi sarana yang efektif untuk saling berkomunikasi, bertukar informasi dan pengalaman, sehingga dapat meningkatkan nilai-nilai pengabdian kita kepada negara dan bangsa,” katanya.

Lebih lanjut Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni mengatakan bahwa, dengan kebersamaan akan tercipta persaudaraan yang solid dan kokoh, diantara sesama Alumni Komando 62 akan semakin menyusun semangat dan Jiwa Korsa pada setiap Korps untuk mewujudkan pencapaian tugas pokok demi pengabdian terbaik kepada negara dan bangsa.  “Saya selaku Pembina Korps  berpesan, tetaplah menjadi Prajurit Komando yang mengamalkan tiga butir janji-janji Prajurit Komando dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Ahmad Daniel Chardin dalam sambutannya mengatakan antara lain bahwa, reuni ini suata ide yang baik untuk kita kembali mengingat masa lalu, dan reuni ini adalah sebagai wahana untuk kangen-kangenan dan untuk saling silaturahmi serta berdiskusi.  “Yang paling penting dari reuni ini adalah bagaimana bisa merefleksikan diri kembali untuk membakar semangat kita. Mari kita melaksanakan tugas dengan baik, sekecil apapun tugas harus kita lakukan dengan terbaik,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Abituren Komando Angkatan 62, Kolonel Inf Farid Makruf yang sehari-hari menjabat sebagai Danrem 162/Wirabhakti, dalam sambutannya mengatakan bahwa Reuni Perak yang kita laksanakan bersama di Markas Grup-2 Kopassus adalah untuk mengenang kembali sesuatu yang sudah kita lakukan 25 tahun silam. Disamping itu, dengan adanya reuni ini agar tercipta interaksi yang semakin baik dan berjiwa kompak yang semakin mantap, sehingga menjadikan kita semua lebih mantap mengabdi kepada Negara dan Bangsa Indonesia.

“Dengan reuni ini, kita dapat bertemu kembali dan menggoreskan berbagai kenangan lama yang sudah berlalu selama 25 tahun di lembaga pendidikan komando. Kenangan lalu tersebut kita lalui sebagai kenangan hidup, dan pada hari ini kenangan-kenangan tersebut bisa kita ingat kembali. “Pada acara Reuni Perak ini, kita juga akan saling membantu dengan memberikan tali asih kepada keluarga rekan-rekan kita yang sudah terlebih dahulu menghadap Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya.

Kegiatan Reuni ke-25 (Perak) tahun 2017 di Markas Grup-2 Kopassus Kartasura, Solo, Jawa Tengah, dimeriahkan pula dengan pemutaran profil seluruh Abituren dan Fun Game bersama masing-masing keluarga.

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.
Portal berita akurat cepat dan terpercaya, Menyanyikan berita dari berbagai daerah di Indonesia, serta manca negara,
Portalbuana.com, Palembang, 22 Juli 2017 (Humas Bakamla RI)--- Sebuah kapal motor memuat puluhan drum BBM berjenis solar berhasil ditangkap KP Sei Rambang yang tengah bergabung dalam operasi patroli rutin  Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), di Perairan Palembang, Jumat malam (21/7/2017).

Penangkapan bermula saat operasi rutin yang merupakan bagian dari Operasi Nusantara Bakamla RI dan melibatkan unsur kapal patroli milik Polair ini sedang melakukan patroli di wilayah maritim Zona Barat, tepatnya di Perairan Palembang Sekira pukul 22.30 wib,  kapal yang dikomandani Aiptu Aang Fantoni ini memergoki  sebuah kapal motor sungai bernama MS Tunas Karya Tani memuat puluhan drum yang diduga berisi BBM illegal, sehingga dilakukan penghentian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui terdapat muatan sebanyak 16 drum berisi BBM jenis solar. Keseluruhan solar tersebut diduga merupakan hasil olahan tradisional yang hendak dijual kembali oleh pemiliknya, namun pengangkutan dan niaga yang dilakukan tidak dilengkapi dengan ijin usaha sesuai ketentuan pemerintah. Pasalnya, muatan yang dibawa oleh kapal yang dinakhkodai Mat Aris tersebut tidak dilengkapi dokumen yang sah.

Atas temuan tersebut, selanjutnya kapal yang membawa 3 ABK beserta pemilik BBM, nakhkoda dan barang bukti BBM, diamankan ke Pangkalan Sandar Sungsang untuk kemudian dilimpahkan ke Subdit Gakum Ditpolair Polda Sumsel. 

Kasubbag Humas Bakamla RI, Kapten Marinir Mardiono